Senin, 11 Juli 2011

Routing Statik dan Dinamik

teori 7

Routing Statik dan Dinamik
Secara umum mekanisme koordinasi routing dapat dibagi menjadi dua, yaitu: routing statik dan routing dinamik.
Pada routing statik, entri-entri dalam forwarding table router diisi dan dihapus secara manual, sedangkan pada routing dinamik perubahan dilakukan otomatis melalui protokol routing.
Routing statik adalah pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut.
Namun Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router yang jumlahnya tidak sedikit dalam jaringan yang besar. Apalagi jika Anda ditugaskan untuk mengisi entri-entri di seluruh router di Internet yang jumlahnya banyak sekali dan terus bertambah setiap hari. Tentu repot sekali!

Routing dinamik adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi entri-entri forwarding table secara manual. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.
Berikut ini tabel perbedaan yang spesifik untuk kedua jenis routing.
            Perbedaan routing statik dan routing dinamik

Routing Statik                                   
Routing Dinamik
Berfungsi pada protokol IP
Berfungsi pada inter-routing protocol
Router tidak dapat membagi informasi routing
Router membagi informasi routing secara otomatis
Routing tabel dibuat dan dihapus secara manual
Routing tabel dibuat dan dihapus secara dinamis oleh router
Tidak menggunakan routing protocol
Terdapat routing protocol, seperti RIP atau OSPF
Microsoft mendukung multihomed system seperti router
Microsoft mendukung RIP untuk IP dan IPX/SPX
Contoh Routing protokol :
Routing information protkol(RIP)
Interior gateway routing protkol(IGRP)
Enhanced interior gateway routing protkol(EIGRP)
Open shortest path first(OSPF)
Routed protkol digunakan untuk trafik user langsung.
Routed protkol menyediakan informasi untuk melewatkan paket yang akan diteruskannya dari stau host kehost yang lai berdasarkan alamatnya.

Contoh Routed protokol :
-Internet Protokol(IP)
-Internet paket exchange(IPX).

Informasi yang dibutuhkan dalam routing :
-Alamat tujuan/destination address.
-Mengenal sumber informasi
-Menemukan rute
-Pemilihan rute
-Menjaga informasi routing.

Tabel routing : Sebuah router mempelajari informasi routing dari mana sumber dan tujuannya yang kemudian di tempatkan pada tabel routing. Router akan berpatokan pada tabel ini. untuk memberi tahu port yang akan digunakan untuk meneruskan paket ke alamat tujuan.
 

Distance Vector Routing
RIP dan IGRP keduanya menggunakan metoda distance vector routing, walaupun IGRP menawarkan banyak pengembangan dari RIP.

Memahami Routing - Hop Count
Pada contoh berikut, kita menggunakan hop count sebagai suatu metric cost untuk mengetahui network. Router #1 hanya mengetahui network-2 yang terhubung kepada router tersebut saja yaitu network A dan B. Dan masing-2 network mempunyai harga 1 hop count untuk melintas dari satu network A ke B atau sebaliknya. Pengetahuan ini di broadcast kepada router-2 tetangganya, sehingga router #2 yang hanya mengetahui network B dan C menambah dalam tabelnya dengan pengetahuan network A yaitu 2 hop count.
Router #2 mengetahui network yang terhubung kepadanya saja yaitu network B dan C, dan membroadcast pengetahuannya kepada router #3 dan router #1. Router #1 menambah dalam tabelnya network C yang berharga 2 hop count. Router #3 yang hanya mengetahui network C dan D menambah dalam tabelnya network B yang berharga 2 hop count. Begitu seterusnya router-2 memperlajari routing information dari router disebelahnya sehingga bisa digambarkan seperti pada table dibawah berikut ini setelah semua router mencapai convergence.
Router 1
Router 2
Router 3
Network A = 1 hop
Network A = 2 hop
Network A = 3 hop
Network B = 1 hop
Network B = 1 hop
Network B = 2 hop
Network C = 2 hop
Network C = 1 hop
Network C = 1 hop
Network D = 3 hop
Network D = 2 hop
Network D = 1 hop
Distance Vector routing mempunyai prinsip-2 berikut:
  • Router mengirim update hanya kepada router tetangganya
  • Router mengirim semua routing table yang diketahuinya kepada router tetangganya
  • Table ini dikirim dengan interval waktu tertentu, dimana setiap router dikonfigure dengan interval update masing-2
  • Router memodifikasi tabelnya berdasarkan informasi yang diterima dari router teangganya.
Karena router-2 menggunakan metoda distance vector routing dalam mengirim informasi table routing secara keseluruhan dengan interval waktu yang tertentu, mereka ini rentan terhadap suatu kondisi yang disebut routing loop (juga disebut sebagai kondisi count-to-infinity). Seperti halnya dengan bridging loop pada STP, routing loop terjadi jika dua router berbagi informasi yang berbeda.
Metoda-2 berikut dapat digunakan untuk meminimalkan efek dari routing loop:
 
  • Split horizon, metoda split ini memungkinkan router melakukan trackin terhadap datang nya informasi dari router mana. Router tidak melaporkan informasi routing kepada router pada jalur yang sama. Dengan kata lain router tidak melaporkan informasi kembali kepada router yang memberi informasi tersebut. 
  • Distance Vector - Hold down
    Metoda Distance Vector mempunyai keuntungan berikut:
  • Relative terbukti stabil, yang merupakan algoritme original routing
  • Relative gampang dipelihara dan di implementasikan
  • Kebutuhan bandwidth bisa diabaikan untuk environment LAN typical.
Kerugian dari Distance vector adalah sebagai berikut:
  • Membutuhkan waktu yang relative lama untuk mencapai convergence (update dikirim dengan interval waktu tertentu).
  • Router melakukan kalkulasi routing table nya sebelum mem-forward perubahan tabelnya
  • Rentan terjadinya routing loop
  • Kebutuhan bandwidth bisa sangat besar untuk WAN atau environment 
  •  LAN yang kompleks.
    LINK STATE ROUTING
    Pada dasarnya baik distance vector dan link state routing mempunyai tujuan yang sama yaitu mengisi routing tables dengan route terbaik dan terkini. Akan tetapi perbedaanya terletak pada bagaimana keduanya melakukan tugasnya mengisi routing tables. Perbedaan terbesar antara kedua methoda adalah bahwa distance vector melakukan advertise informasi hanya sedikit. Pada dasarnya distance vector routing protocols mengetahui router-router lain ada hanya jika router-router tersebut melakukan broadcast update routing kepadanya.
    Jika distance vector protocol dalam suatu router menerima suatu routing update, update routing tersebut tidak mengatakan banyak hal tentang router-router lain diluar router sekitarnya dari yang mengirim update route tersebut. Jadi hanya neighboring router disekitarnya saja yang ia kirimkan informasinya. Sebaliknya link state routing protocols melakukan advertise sejumlah data yang besar tentang topology jaringan dan router melakukan computasi dengan memakan power CPU yang besar untuk memahami data topology jaringan tersebut. Bahkan mereka mengenal router tetangganya sebelum melakukan pertukaran routing informasi. Lihat juga topology untuk jaringan LAN.

    Gambar berikut adalah diagram yang menyajikan secara grafis bagaimana router melakukan advertise dengan link state routing protocol. Router B mengatakan kepada router A metric dari masing-2 link yang bersangkutan yang ada pada jaringan, ketimbang router B mengatakan berapa metric atau cost dari suatu route seharusnya, jadi terserah router yang menerima bagaimana dia mengelolah data topology jaringan dengan masing-2 metric atau cost di setiap link. Disamping itu juga router B mengatakan kepada router A semua router yang ada pada jaringan termasuk subnet yang menempel pada masing-2 router dan juga statusnya. Jadi semacam peta model matematis tentang topology jaringan yang ada.
    Berikut adalah point-point yang perlu diketahui mengenai Link state routing protocol:

        * Router melakukan broadcast LSP ke semua router yang umum disebut sebagai Flooding
        * Router mengirim informasi hanya mengenai link mereka sendiri
        * LSP dikirim dengan interfal regular dan juga jika salah satu kondisi berikut terjadi:
    • Datang neighbor baru
    • Neighbor telah pergi / mati
    • Cost ke neighbor berubah
    • Router menggunakan LSP untuk membangun routing table mereka dan melakukan kalkulasi route terbaik
    • Router memilih route berdasarkan route terpendek dengan menggunakan suatu algoritma yang disebut sebagai shortest path first (SPF)
    • Network administrator mempunyai fleksibilitas yang besar dalam men-setting metric untuk digunakan kalkulasi route
    • Link state routing bersifat kurang rentan terhadap routing loops, akan tetapi membutuhkan routines yang complex dan rumit untuk menemukan route dan meng-kalkulasi paths.
 
  • Problem dan Solusi Mengenai Link State
    Walaupun lebih stabil dibandingkan distance vector, metoda link state mempunyai masalah berikut:
  • Membutuhkan resource router yang tinggi baik power dan memori
  • Menghasilkan traffic yang sangat tinggi saat pertama kali LSP membanjiri jaringan (Flooded). Akan tetapi jika konfigurasi inisialisasi ini sudah stabil, maka traffic dari link state ini sangat kecil dibandingkan dari distance vector
  • Memungkinkan delay atau bahkan lost, menyebabkan jaringan yang inkonsistant. Hal ini umumnya menjadi masalah pada jaringan yang besar jika bagian-2 jaringan datang on line pada saat yang berbeda atau jika link bandwidth antar link berbeda (misal pada jaringan ISP yang lebar akan berbeda dengan jaringan lainnya). Masalah ini lah yang biasanya jadi yang terbesar

Berikut adalah solusi yang sering di implementasikan untuk mengatasi beberapa effect mengenai informasi LSP yang inkonsisten.
  1. Rate dari LSP update dikurangi untuk menjaga informasi tetap konsisten
  2. Router bisa dikelompokkan kedalam area. Router-2 berbagi informasi dalam satu area, sementara router-2 yang ada pada area border saling bertukar informasi antar area.
  3. LSP bisa diidentifikasi dengan suatu stempel waktu, sequence atau ID number, atau aging timer untuk menjamin proper synchronization.
  4. Satu router dalam masing-2 area di serahi tugas sebagai sumber authoritative dari routing informasi (yang disebut sebagai designated router). setiap area router menerima update dari designated router.
 Keuntungan dan Kerugian dari Link State

Link State mempunyai beberapa keuntungan dibanding distance vector:

  1. Waktu convergence lebih cepat karena update diforward segera
  2. Tidak rentan terhadap routing loops
  3. Tidak rentan terhadap informasi yang salah karena hanya informasi tangan pertama saja yang di broadcast
Kerugian dari Link State
  1. Algoritma Link State memerlukan power CPU dan memory yang tinggi untuk melakukan kalkulasi topology jaringan dan memilih route
  2. Menaikkan traffic jika terjadi perubahan topology

Link State sangat handal dan banyak diterapkan pada jaringan Enterprise dan ISP.
Perbedaan dari RIP, RIPv2, IGRP, EIGRP???
  • RIP 
  • - Routing Classfull
  • - Time converge lambat
    - Tidak support VLSM
    - Maks 15 hop berbeda
  • RIPv2
- Routing classless
- Support VLSM
- Update secara multicast
  • IGRP
- Routing Classfull
- Maks 225 hop
- Time convergence lambat
- Tidak support VLSM
  • EIGRP
- Routing Classless
- Time convergence cepat
- Cocok untuk jaringan besar
2. Perbedaan dari OSPF, IS-IS???
  • OSPF
- Semua vendor dapat menggunakan protokol ini
- Dapat memilih jalur routing yang memiliki nilai cost matrik yang paling kecil.
- Dirancang untuk IPv4
  • IS-IS
- Efisien dalam penggunaan bandwidth jaringan.
- Tidak menggunakan IP untuk membawa informasi routing pesan.
- Bisa untuk IPv4 dan IPv6

3. Pengertian Distance Vector dan Link State???
Keduanya adalah algoritma yang digunakan untuk mencari routing atau destination terbaik.
Distance Vector = menggunakan path hoop yang pendek.
Link State = menggunakan kalkulasi, bandwidth dan delay.
 Border Gateway Protocol
Disingkat BGP adalah inti dari protokol routing Internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan Internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari Internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan.
 

Jumat, 24 Juni 2011

Teori 7

Routing Statik dan Dinamik
Secara umum mekanisme koordinasi routing dapat dibagi menjadi dua, yaitu: routing statik dan routing dinamik.
Pada routing statik, entri-entri dalam forwarding table router diisi dan dihapus secara manual, sedangkan pada routing dinamik perubahan dilakukan otomatis melalui protokol routing.
Routing statik adalah pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut.
Namun Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router yang jumlahnya tidak sedikit dalam jaringan yang besar. Apalagi jika Anda ditugaskan untuk mengisi entri-entri di seluruh router di Internet yang jumlahnya banyak sekali dan terus bertambah setiap hari. Tentu repot sekali!

Routing dinamik adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi entri-entri forwarding table secara manual. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.
Berikut ini tabel perbedaan yang spesifik untuk kedua jenis routing.
            Perbedaan routing statik dan routing dinamik
Routing Statik                                   
Routing Dinamik
Berfungsi pada protokol IP
Berfungsi pada inter-routing protocol
Router tidak dapat membagi informasi routing
Router membagi informasi routing secara otomatis
Routing tabel dibuat dan dihapus secara manual
Routing tabel dibuat dan dihapus secara dinamis oleh router
Tidak menggunakan routing protocol
Terdapat routing protocol, seperti RIP atau OSPF
Microsoft mendukung multihomed system seperti router
Microsoft mendukung RIP untuk IP dan IPX/SPX


Contoh Routing protokol :

Routing information protkol(RIP)
Interior gateway routing protkol(IGRP)
Enhanced interior gateway routing protkol(EIGRP)
Open shortest path first(OSPF)
Routed protkol digunakan untuk trafik user langsung.
Routed protkol menyediakan informasi untuk melewatkan paket yang akan diteruskannya dari stau host kehost yang lai berdasarkan alamatnya.

Contoh Routed protokol :
-Internet Protokol(IP)
-Internet paket exchange(IPX).

Informasi yang dibutuhkan dalam routing :
-Alamat tujuan/destination address.
-Mengenal sumber informasi
-Menemukan rute
-Pemilihan rute
-Menjaga informasi routing.

Tabel routing : Sebuah router mempelajari informasi routing dari mana sumber dan tujuannya yang kemudian di tempatkan pada tabel routing. Router akan berpatokan pada tabel ini. untuk memberi tahu port yang akan digunakan untuk meneruskan paket ke alamat tujuan.

Distance Vector Routing
RIP dan IGRP keduanya menggunakan metoda distance vector routing, walaupun IGRP menawarkan banyak pengembangan dari RIP.

Memahami Routing - Hop Count
Pada contoh berikut, kita menggunakan hop count sebagai suatu metric cost untuk mengetahui network. Router #1 hanya mengetahui network-2 yang terhubung kepada router tersebut saja yaitu network A dan B. Dan masing-2 network mempunyai harga 1 hop count untuk melintas dari satu network A ke B atau sebaliknya. Pengetahuan ini di broadcast kepada router-2 tetangganya, sehingga router #2 yang hanya mengetahui network B dan C menambah dalam tabelnya dengan pengetahuan network A yaitu 2 hop count.
Router #2 mengetahui network yang terhubung kepadanya saja yaitu network B dan C, dan membroadcast pengetahuannya kepada router #3 dan router #1. Router #1 menambah dalam tabelnya network C yang berharga 2 hop count. Router #3 yang hanya mengetahui network C dan D menambah dalam tabelnya network B yang berharga 2 hop count. Begitu seterusnya router-2 memperlajari routing information dari router disebelahnya sehingga bisa digambarkan seperti pada table dibawah berikut ini setelah semua router mencapai convergence.
Router 1
Router 2
Router 3
Network A = 1 hop
Network A = 2 hop
Network A = 3 hop
Network B = 1 hop
Network B = 1 hop
Network B = 2 hop
Network C = 2 hop
Network C = 1 hop
Network C = 1 hop
Network D = 3 hop
Network D = 2 hop
Network D = 1 hop
Distance Vector routing mempunyai prinsip-2 berikut:
  • Router mengirim update hanya kepada router tetangganya
  • Router mengirim semua routing table yang diketahuinya kepada router tetangganya
  • Table ini dikirim dengan interval waktu tertentu, dimana setiap router dikonfigure dengan interval update masing-2
  • Router memodifikasi tabelnya berdasarkan informasi yang diterima dari router teangganya.
 teangganya.
Karena router-2 menggunakan metoda distance vector routing dalam mengirim informasi table routing secara keseluruhan dengan interval waktu yang tertentu, mereka ini rentan terhadap suatu kondisi yang disebut routing loop (juga disebut sebagai kondisi count-to-infinity). Seperti halnya dengan bridging loop pada STP, routing loop terjadi jika dua router berbagi informasi yang berbeda.
Metoda-2 berikut dapat digunakan untuk meminimalkan efek dari routing loop:
  • Split horizon, metoda split ini memungkinkan router melakukan trackin terhadap datang nya informasi dari router mana. Router tidak melaporkan informasi routing kepada router pada jalur yang sama. Dengan kata lain router tidak melaporkan informasi kembali kepada router yang memberi informasi tersebut. 
  • Distance Vector - Hold down
    Metoda Distance Vector mempunyai keuntungan berikut:
    • Relative terbukti stabil, yang merupakan algoritme original routing
    • Relative gampang dipelihara dan di implementasikan
    • Kebutuhan bandwidth bisa diabaikan untuk environment LAN typical.
    Kerugian dari Distance vector adalah sebagai berikut:
    • Membutuhkan waktu yang relative lama untuk mencapai convergence (update dikirim dengan interval waktu tertentu).
    • Router melakukan kalkulasi routing table nya sebelum mem-forward perubahan tabelnya
    • Rentan terjadinya routing loop
    • Kebutuhan bandwidth bisa sangat besar untuk WAN atau environment LAN yang kompleks.
      LINK STATE ROUTING
      Pada dasarnya baik distance vector dan link state routing mempunyai tujuan yang sama yaitu mengisi routing tables dengan route terbaik dan terkini. Akan tetapi perbedaanya terletak pada bagaimana keduanya melakukan tugasnya mengisi routing tables. Perbedaan terbesar antara kedua methoda adalah bahwa distance vector melakukan advertise informasi hanya sedikit. Pada dasarnya distance vector routing protocols mengetahui router-router lain ada hanya jika router-router tersebut melakukan broadcast update routing kepadanya.
      Jika distance vector protocol dalam suatu router menerima suatu routing update, update routing tersebut tidak mengatakan banyak hal tentang router-router lain diluar router sekitarnya dari yang mengirim update route tersebut. Jadi hanya neighboring router disekitarnya saja yang ia kirimkan informasinya. Sebaliknya link state routing protocols melakukan advertise sejumlah data yang besar tentang topology jaringan dan router melakukan computasi dengan memakan power CPU yang besar untuk memahami data topology jaringan tersebut. Bahkan mereka mengenal router tetangganya sebelum melakukan pertukaran routing informasi. Lihat juga topology untuk jaringan LAN.
    • Gambar berikut adalah diagram yang menyajikan secara grafis bagaimana router melakukan advertise dengan link state routing protocol. Router B mengatakan kepada router A metric dari masing-2 link yang bersangkutan yang ada pada jaringan, ketimbang router B mengatakan berapa metric atau cost dari suatu route seharusnya, jadi terserah router yang menerima bagaimana dia mengelolah data topology jaringan dengan masing-2 metric atau cost di setiap link. Disamping itu juga router B mengatakan kepada router A semua router yang ada pada jaringan termasuk subnet yang menempel pada masing-2 router dan juga statusnya. Jadi semacam peta model matematis tentang topology jaringan yang ada. 
      Berikut adalah point-point yang perlu diketahui mengenai Link state routing protocol:

          * Router melakukan broadcast LSP ke semua router yang umum disebut sebagai Flooding
          * Router mengirim informasi hanya mengenai link mereka sendiri
          * LSP dikirim dengan interfal regular dan juga jika salah satu kondisi berikut terjadi:
    • Datang neighbor baru
    • Neighbor telah pergi / mati
    • Cost ke neighbor berubah
    • Router menggunakan LSP untuk membangun routing table mereka dan melakukan kalkulasi route terbaik
    • Router memilih route berdasarkan route terpendek dengan menggunakan suatu algoritma yang disebut sebagai shortest path first (SPF)
    • Network administrator mempunyai fleksibilitas yang besar dalam men-setting metric untuk digunakan kalkulasi route
    •  

      Link state routing bersifat kurang rentan terhadap routing loops, akan tetapi membutuhkan routines yang complex dan rumit untuk menemukan route dan meng-kalkulasi paths.

      Problem dan Solusi Mengenai Link State
      Walaupun lebih stabil dibandingkan distance vector, metoda link state mempunyai masalah berikut:
    • Membutuhkan resource router yang tinggi baik power dan memori
    • Menghasilkan traffic yang sangat tinggi saat pertama kali LSP membanjiri jaringan (Flooded). Akan tetapi jika konfigurasi inisialisasi ini sudah stabil, maka traffic dari link state ini sangat kecil dibandingkan dari distance vector
    • Memungkinkan delay atau bahkan lost, menyebabkan jaringan yang inkonsistant. Hal ini umumnya menjadi masalah pada jaringan yang besar jika bagian-2 jaringan datang on line pada saat yang berbeda atau jika link bandwidth antar link berbeda (misal pada jaringan ISP yang lebar akan berbeda dengan jaringan lainnya). Masalah ini lah yang biasanya jadi yang terbesar

    Berikut adalah solusi yang sering di implementasikan untuk mengatasi beberapa effect mengenai informasi LSP yang inkonsisten.
  • Rate dari LSP update dikurangi untuk menjaga informasi tetap konsisten
  • Router bisa dikelompokkan kedalam area. Router-2 berbagi informasi dalam satu area, sementara router-2 yang ada pada area border saling bertukar informasi antar area.
  • LSP bisa diidentifikasi dengan suatu stempel waktu, sequence atau ID number, atau aging timer untuk menjamin proper synchronization.
  • Satu router dalam masing-2 area di serahi tugas sebagai sumber authoritative dari routing informasi (yang disebut sebagai designated router). setiap area router menerima update dari designated router.

Keuntungan dan Kerugian dari Link State

Link State mempunyai beberapa keuntungan dibanding distance vector:
  1. Waktu convergence lebih cepat karena update diforward segera
  2. Tidak rentan terhadap routing loops
  3. Tidak rentan terhadap informasi yang salah karena hanya informasi tangan pertama saja yang di broadcast
Kerugian dari Link State
  1. Algoritma Link State memerlukan power CPU dan memory yang tinggi untuk melakukan kalkulasi topology jaringan dan memilih route
  2. Menaikkan traffic jika terjadi perubahan topology

Link State sangat handal dan banyak diterapkan pada jaringan Enterprise dan ISP.
Perbedaan dari RIP, RIPv2, IGRP, EIGRP???
  • RIP
- Routing Classfull
- Time converge lambat
- Tidak support VLSM
- Maks 15 hop berbeda
  • RIPv2
- Routing classless
- Support VLSM
- Update secara multicast
  • IGRP
- Routing Classfull
- Maks 225 hop
- Time convergence lambat
- Tidak support VLSM
  • EIGRP
- Routing Classless
- Time convergence cepat
- Cocok untuk jaringan besar
2. Perbedaan dari OSPF, IS-IS???
  • OSPF
- Semua vendor dapat menggunakan protokol ini
- Dapat memilih jalur routing yang memiliki nilai cost matrik yang paling kecil.
- Dirancang untuk IPv4
  • IS-IS
- Efisien dalam penggunaan bandwidth jaringan.
- Tidak menggunakan IP untuk membawa informasi routing pesan.
- Bisa untuk IPv4 dan IPv6

3. Pengertian Distance Vector dan Link State???
Keduanya adalah algoritma yang digunakan untuk mencari routing atau destination terbaik.
Distance Vector = menggunakan path hoop yang pendek.
Link State = menggunakan kalkulasi, bandwidth dan delay.
  Border Gateway Protocol
Disingkat BGP adalah inti dari protokol routing Internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan Internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari Internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan.

Senin, 09 Mei 2011

Linux Networking Tools

Linux Networking Tools
Untuk menunjang kelancaran jaringan diperlukan linux networking tools, sehingga pengguna dapat melihat status jaringannya dengan bantuan beberapa perangkat lunak.
Untuk itu kita membutukan:
  1. Satu buah PC dengan system operasi Linux
  2. Siapkan kabel LAN, Switch.
    Caranya dapat Anda ikuti proses dibawah ini:

  1. Lepaskan kabel lakukan perintah mii-tool

Perintah mii-tool berfungsi untuk mengecek link sudah terhubung atau belum. Mii-tool (Media Independent Interface).
  1. Pasang kabel dan lakukan perintah mii-tool

Apabila sudah keluar eth0 artinya perangkat jaringan kita menggunakan eth0. 100base-TX-FD artinya kita menggunakan kecepatan 100Mbps dan FD adalah Full-Duplex. dan Link ok menandakan perangkat kita sudah siap. Apabila hasilnya bukan link ok artinya ada masalah dengan perangkat kita.
  1. Catat hasil perintah diatas menggunakan perintah #lspci

Apabila ditemukan Network controller atau Ethernet controller, artinya perangkat jaringan sudah siap digunakan.
4.      Rubah IP sesuai dengan DHCP. Jalankan 2 buah konsole (terminal), dimana terminal pertama melakukan ping terhadap alamat broadcast, sedangkan terminal yang satu lagi mencatat jenis koneksi dengan perintah “arp” .
root@lab3-laptop22:/home/lab3# gedit /etc/network/interfaces

Simpan file diatas, Lalu restart dengan perintah dibawah ini:

root@lab3-laptop22:/home/lab3# /etc/init.d/networking restart

 * Reconfiguring network interfaces...                                                                          RTNETLINK answers: No such process

There is already a pid file /var/run/dhclient.eth0.pid with pid 2900

killed old client process, removed PID file

Internet Systems Consortium DHCP Client V3.1.3

Copyright 2004-2009 Internet Systems Consortium.

All rights reserved.

For info, please visit https://www.isc.org/software/dhcp/

Listening on LPF/eth0/00:26:22:15:cf:6f

Sending on   LPF/eth0/00:26:22:15:cf:6f

Sending on   Socket/fallback

DHCPRELEASE on eth0 to 172.22.22.1 port 67

Internet Systems Consortium DHCP Client V3.1.3

Copyright 2004-2009 Internet Systems Consortium.

All rights reserved.

For info, please visit https://www.isc.org/software/dhcp/

Listening on LPF/eth0/00:26:22:15:cf:6f

Sending on   LPF/eth0/00:26:22:15:cf:6f

Sending on   Socket/fallback

DHCPDISCOVER on eth0 to 255.255.255.255 port 67 interval 3

DHCPOFFER of 172.22.22.109 from 172.22.22.1

DHCPREQUEST of 172.22.22.109 on eth0 to 255.255.255.255 port 67

DHCPACK of 172.22.22.109 from 172.22.22.1

bound to 172.22.22.109 -- renewal in 237728 seconds.
                                                                                                         [ OK ]
Coba lihat hasil pengubahan IP Address menggunakan perintah ifconfig:
root@lab3-laptop22:/home/lab3# ifconfig

eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:26:22:15:cf:6f 

          inet addr:172.22.22.109  Bcast:172.22.22.255  Mask:255.255.255.0

          inet6 addr: fe80::226:22ff:fe15:cf6f/64 Scope:Link

          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1

          RX packets:16 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:34 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:1000

          RX bytes:3521 (3.5 KB)  TX bytes:5280 (5.2 KB)

          Interrupt:18

lo        Link encap:Local Loopback 

          inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0

          inet6 addr: ::1/128 Scope:Host

          UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1

          RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:0

          RX bytes:3996 (3.9 KB)  TX bytes:3996 (3.9 KB)

wlan0     Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1e:65:73:ce:4e 

          inet6 addr: fec0::b:21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Site

          inet6 addr: 2002:ac0a:71:b:21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Global

          inet6 addr: fe80::21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Link

          UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1

          RX packets:61360 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:2470 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:1000

          RX bytes:11110347 (11.1 MB)  TX bytes:251797 (251.7 KB)

Coba ping alamat broadcast yang tertampil pada ifconfig, caranya ketik perintah ping –b <alamat broadcast> :
root@lab3-laptop22:/home/lab3# ping -b 172.22.22.255

WARNING: pinging broadcast address

PING 172.22.22.255 (172.22.22.255) 56(84) bytes of data.

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=1 ttl=64 time=2.42 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=2 ttl=64 time=1.17 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=3 ttl=64 time=1.20 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=4 ttl=64 time=1.24 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=5 ttl=64 time=1.29 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=6 ttl=64 time=1.21 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=7 ttl=64 time=1.18 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=8 ttl=64 time=1.16 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=9 ttl=64 time=1.34 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=10 ttl=64 time=1.19 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=11 ttl=64 time=1.20 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=12 ttl=64 time=1.20 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=13 ttl=64 time=1.21 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=14 ttl=64 time=1.24 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=15 ttl=64 time=1.06 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=16 ttl=64 time=1.25 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=17 ttl=64 time=1.14 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=18 ttl=64 time=1.11 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=19 ttl=64 time=1.13 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=20 ttl=64 time=1.15 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=21 ttl=64 time=1.25 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=22 ttl=64 time=1.11 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=23 ttl=64 time=1.32 ms

64 bytes from 172.22.22.1: icmp_seq=24 ttl=64 time=1.14 ms
Ini hasilnya jika Anda ketik perintah arp:
lab3@lab3-laptop22:~$ arp

Address                  HWtype  HWaddress           Flags Mask            Iface

192.168.1.1             ether   00:18:f8:4a:4d:49   C                     wlan0

  1. Ganti IP PC menjadi 192.168.0.*/24, kemudian catat hasil dari perintah “ifconfig” dan “route”.
Pada praktek kali ini saya menggunakan IP Address 192.168.0.15
Coba ubah IP menggunakan perintah dibawah ini:
root@lab3-laptop22:/home/lab3# ifconfig eth0 192.168.0.15 netmask 255.255.255.0
Lalu catat hasil pada dari perintah ifconfig dibawah ini:
root@lab3-laptop22:/home/lab3# ifconfig

eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:26:22:15:cf:6f 

          inet addr:192.168.0.15  Bcast:192.168.0.255  Mask:255.255.255.0

          inet6 addr: fe80::226:22ff:fe15:cf6f/64 Scope:Link

          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1

          RX packets:455 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:92 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:1000

          RX bytes:98495 (98.4 KB)  TX bytes:12862 (12.8 KB)

          Interrupt:18

lo        Link encap:Local Loopback 

          inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0

          inet6 addr: ::1/128 Scope:Host

          UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1

          RX packets:47 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:47 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:0

          RX bytes:4075 (4.0 KB)  TX bytes:4075 (4.0 KB)

wlan0     Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1e:65:73:ce:4e 

          inet addr:192.168.1.122  Bcast:192.168.1.255  Mask:255.255.255.0

          inet6 addr: fec0::b:21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Site

          inet6 addr: 2002:ac0a:71:b:21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Global

          inet6 addr: fe80::21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Link

          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1

          RX packets:64619 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:2517 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:1000

          RX bytes:11463573 (11.4 MB)  TX bytes:259904 (259.9 KB)

Catat hasil pengubahan IP menggunakan perintah route:
root@lab3-laptop22:/home/lab3# route

Kernel IP routing table

Destination     Gateway         Genmask         Flags Metric Ref    Use Iface

192.168.1.0     *               255.255.255.0   U     2      0        0 wlan0

192.168.0.0    *               255.255.255.0   U     0      0        0 eth0


6.      Ganti IP PC menjadi DHCP, kemudian catat hasil dari perintah “ifconfig” dan “route”
Untuk mengubah IP PC menjadi DHCP Anda dapat langsung melakukan perintah restart atau mengubahnya pada /etc/network/interfaces.
 Pada praktek ini langsung menggunakan perintah restart seperti dibawah ini:
root@lab3-laptop22:/home/lab3# /etc/init.d/networking restart

 * Reconfiguring network interfaces...                                                                          RTNETLINK answers: No such process

There is already a pid file /var/run/dhclient.eth0.pid with pid 3288

killed old client process, removed PID file

Internet Systems Consortium DHCP Client V3.1.3

Copyright 2004-2009 Internet Systems Consortium.

All rights reserved.

For info, please visit https://www.isc.org/software/dhcp/



Listening on LPF/eth0/00:26:22:15:cf:6f

Sending on   LPF/eth0/00:26:22:15:cf:6f

Sending on   Socket/fallback

DHCPRELEASE on eth0 to 172.22.22.1 port 67

Ignoring unknown interface wlan0=wlan0.

Internet Systems Consortium DHCP Client V3.1.3

Copyright 2004-2009 Internet Systems Consortium.

All rights reserved.

For info, please visit https://www.isc.org/software/dhcp/



Listening on LPF/eth0/00:26:22:15:cf:6f

Sending on   LPF/eth0/00:26:22:15:cf:6f

Sending on   Socket/fallback

DHCPDISCOVER on eth0 to 255.255.255.255 port 67 interval 3

DHCPOFFER of 172.22.22.109 from 172.22.22.1

DHCPREQUEST of 172.22.22.109 on eth0 to 255.255.255.255 port 67

DHCPACK of 172.22.22.109 from 172.22.22.1

bound to 172.22.22.109 -- renewal in 263636 seconds.
Gunakan ifconfig untuk melihat hasil dan IP PC telah berganti menjadi DHCP:
root@lab3-laptop22:/home/lab3# ifconfig

eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:26:22:15:cf:6f 

          inet addr:172.22.22.109  Bcast:172.22.22.255  Mask:255.255.255.0

          inet6 addr: fe80::226:22ff:fe15:cf6f/64 Scope:Link

          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1

          RX packets:144 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:33 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:1000

          RX bytes:26492 (26.4 KB)  TX bytes:5162 (5.1 KB)

          Interrupt:18

lo        Link encap:Local Loopback 

          inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0

          inet6 addr: ::1/128 Scope:Host

          UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1

          RX packets:48 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:48 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:0

          RX bytes:4173 (4.1 KB)  TX bytes:4173 (4.1 KB)

wlan0     Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1e:65:73:ce:4e 

          inet addr:192.168.1.122  Bcast:192.168.1.255  Mask:255.255.255.0

          inet6 addr: fec0::b:21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Site

          inet6 addr: 2002:ac0a:71:b:21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Global

          inet6 addr: fe80::21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Link

          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1

          RX packets:66597 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:2531 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:1000

          RX bytes:11702154 (11.7 MB)  TX bytes:261258 (261.2 KB)
Gunakan perintah route untuk melihat hasilnya:
root@lab3-laptop22:/home/lab3# route

Kernel IP routing table

Destination     Gateway         Genmask         Flags Metric Ref    Use Iface

172.22.22.0          *               255.255.255.0   U     0      0        0 eth0

192.168.1.0          *               255.255.255.0   U     2      0        0 wlan0

link-local             *               255.255.0.0     U     1000   0        0 eth0

default         192.168.1.1     0.0.0.0         UG    0      0        0 wlan0

default         172.22.22.1     0.0.0.0         UG    100    0        0 eth0

7.      Pastikan PC menggunakan IP DHCP, kemudian catat hasil dari ping, traceroute dan mtr pada target berikut
1. 10.252.13.90
2. 202.154.187.7
3. www.eepis-its.edu
4. www.yahoo.com

root@lab3-laptop22:/home/lab3# ping 10.252.13.90

PING 10.252.13.90 (10.252.13.90) 56(84) bytes of data.
Target diatas tidak berhasil di Ping karena tidak ada koneksi ke internet.

8.      Catat kondisi PC dengan perintah “netstat -nlptu”

root@lab3-laptop22:/home/lab3# netstat -nlptu

Active Internet connections (only servers)

Proto Recv-Q Send-Q Local Address           Foreign Address         State       PID/Program name

tcp        0      0 127.0.0.1:631           0.0.0.0:*               LISTEN      1052/cupsd     

tcp6       0      0 ::1:631                 :::*                    LISTEN      1052/cupsd     

udp        0      0 0.0.0.0:68              0.0.0.0:*                           3540/dhclient3 

udp        0      0 0.0.0.0:68              0.0.0.0:*                           3331/dhclient  

udp        0      0 0.0.0.0:5353            0.0.0.0:*                           527/avahi-daemon: r

udp        0      0 0.0.0.0:59882           0.0.0.0:*                           527/avahi-daemon: r

9.      Buka halaman http://www.eepis-its.edu dengan web browser, kemudian sebelum koneksi selesai, buka terminal dan catat hasil koneksi dengan perintah “netstat -natu”

root@lab3-laptop22:/home/lab3# netstat -natu

Active Internet connections (servers and established)

Proto Recv-Q Send-Q Local Address           Foreign Address         State     

tcp        0      0 127.0.0.1:631           0.0.0.0:*               LISTEN    

tcp6       0      0 ::1:631                 :::*                    LISTEN    

udp        0      0 0.0.0.0:68              0.0.0.0:*                         

udp        0      0 0.0.0.0:68              0.0.0.0:*                          

udp        0      0 0.0.0.0:5353            0.0.0.0:*                         

udp        0      0 0.0.0.0:59882           0.0.0.0:*  

Hasil diatas merupakan perintah dari netstat-natu, namun tidak ada koneksi internet.

  1. ping ke komputer lain yang masih terdapat dalam 1 jaringan.
root@lab3-laptop22:/home/lab3# ping 172.22.22.101
PING 172.22.22.101 (172.22.22.101) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=1 ttl=64 time=2.68 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=2 ttl=64 time=0.372 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=3 ttl=64 time=0.364 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=4 ttl=64 time=0.247 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=5 ttl=64 time=0.285 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=6 ttl=64 time=0.343 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=7 ttl=64 time=0.356 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=8 ttl=64 time=0.230 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=9 ttl=64 time=0.253 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=10 ttl=64 time=0.366 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=11 ttl=64 time=0.363 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=12 ttl=64 time=0.366 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=13 ttl=64 time=0.296 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=14 ttl=64 time=0.366 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=15 ttl=64 time=0.244 ms
64 bytes from 172.22.22.101: icmp_seq=16 ttl=64 time=0.259 ms
^C
--- 172.22.22.101 ping statistics ---
16 packets transmitted, 16 received, 0% packet loss, time 15002ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.230/0.461/2.681/0.576 ms
     
Tugas
1.    Lampirkan manual dari perintah: lscpi
root@lab3-laptop22:/home/lab3# lspci

00:00.0 Host bridge: Intel Corporation Mobile 4 Series Chipset Memory Controller Hub (rev 07)

00:02.0 VGA compatible controller: Intel Corporation Mobile 4 Series Chipset Integrated Graphics Controller (rev 07)

00:02.1 Display controller: Intel Corporation Mobile 4 Series Chipset Integrated Graphics Controller (rev 07)

00:1a.0 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #4 (rev 03)

00:1a.1 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #5 (rev 03)

00:1a.7 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB2 EHCI Controller #2 (rev 03)

00:1b.0 Audio device: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) HD Audio Controller (rev 03)

00:1c.0 PCI bridge: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) PCI Express Port 1 (rev 03)

00:1c.1 PCI bridge: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) PCI Express Port 2 (rev 03)

00:1c.2 PCI bridge: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) PCI Express Port 3 (rev 03)

00:1c.4 PCI bridge: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) PCI Express Port 5 (rev 03)

00:1d.0 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #1 (rev 03)

00:1d.1 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #2 (rev 03)

00:1d.2 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #3 (rev 03)

00:1d.3 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #6 (rev 03)

00:1d.7 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB2 EHCI Controller #1 (rev 03)

00:1e.0 PCI bridge: Intel Corporation 82801 Mobile PCI Bridge (rev 93)

00:1f.0 ISA bridge: Intel Corporation ICH9M LPC Interface Controller (rev 03)

00:1f.2 IDE interface: Intel Corporation ICH9M/M-E 2 port SATA IDE Controller (rev 03)

00:1f.3 SMBus: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) SMBus Controller (rev 03)

00:1f.5 IDE interface: Intel Corporation ICH9M/M-E 2 port SATA IDE Controller (rev 03)

00:1f.6 Signal processing controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) Thermal Subsystem (rev 03)

04:00.0 Network controller: Intel Corporation Wireless WiFi Link 5100

05:00.0 Ethernet controller: Broadcom Corporation NetXtreme BCM5764M Gigabit Ethernet PCIe (rev 10)

07:00.0 System peripheral: JMicron Technology Corp. SD/MMC Host Controller

07:00.2 SD Host controller: JMicron Technology Corp. Standard SD Host Controller

07:00.3 System peripheral: JMicron Technology Corp. MS Host Controller

07:00.4 System peripheral: JMicron Technology Corp. xD Host Controller

08:00.0 CardBus bridge: O2 Micro, Inc. OZ601/6912/711E0 CardBus/SmartCardBus Controller (rev 40)

2.    Lampirkan manual dari :mii-tool
root@lab3-laptop22:/home/lab3# mii-tool

eth0: negotiated 100baseTx-FD flow-control, link ok

3.    Lampirkan manual dari: arp

lab3@lab3-laptop22:~$ arp

Address                  HWtype  HWaddress           Flags Mask            Iface

192.168.1.2             ether   00:18:f8:4a:4d:49   C                     wlan0

4.    Lampirkan manual dari: ifconfig
root@lab3-laptop22:/home/lab3# ifconfig

eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:26:22:15:cf:6f 

          inet addr:172.22.22.109  Bcast:172.22.22.255  Mask:255.255.255.0

          inet6 addr: fe80::226:22ff:fe15:cf6f/64 Scope:Link

          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1

          RX packets:1039 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:130 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:1000

          RX bytes:159828 (159.8 KB)  TX bytes:24922 (24.9 KB)

          Interrupt:18

lo        Link encap:Local Loopback 

          inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0

          inet6 addr: ::1/128 Scope:Host

          UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1

          RX packets:71 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:71 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:0

          RX bytes:6517 (6.5 KB)  TX bytes:6517 (6.5 KB)

wlan0     Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1e:65:73:ce:4e 

          inet6 addr: fec0::b:21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Site

          inet6 addr: 2002:ac0a:71:b:21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Global

          inet6 addr: fe80::21e:65ff:fe73:ce4e/64 Scope:Link

          UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1

          RX packets:71498 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0

          TX packets:3283 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0

          collisions:0 txqueuelen:1000

          RX bytes:12380341 (12.3 MB)  TX bytes:340885 (340.8 KB)

5.    Lampirkan manual dari : route
root@lab3-laptop22:/home/lab3# route

Kernel IP routing table

Destination     Gateway         Genmask         Flags Metric Ref    Use Iface

172.22.22.0     *               255.255.255.0   U     0      0        0 eth0

link-local      *               255.255.0.0     U     1000   0        0 eth0

default         172.22.22.1     0.0.0.0         UG    100    0        0 eth0
6.    Lampirkan manual dari :ping
root@lab3-laptop22:/home/lab3# ping

Usage: ping [-LRUbdfnqrvVaA] [-c count] [-i interval] [-w deadline]

            [-p pattern] [-s packetsize] [-t ttl] [-I interface or address]

            [-M mtu discovery hint] [-S sndbuf]

            [ -T timestamp option ] [ -Q tos ] [hop1 ...] destination

7.    Lampirkan manual dari : traceroute
root@lab3-laptop22:/home/lab3# traceroute

The program 'traceroute' can be found in the following packages:

 * traceroute

 * traceroute-nanog

Try: apt-get install <selected package>

8.    Lampirkan manual dari: mtr
root@lab3-laptop22:/home/lab3# mtr

                               My traceroute  [v0.75]

lab3-laptop22 (::)                                                              Thu Apr 21 12:59:46 2011

Keys:  Help   Display mode   Restart statistics   Order of fields   quit

                                                                Packets               Pings

 Host                                                         Loss%   Snt   Last   Avg  Best  Wrst StDev

  1. ::1                                                        0.0%    35    0.1   0.1   0.1   0.1   0.0

9.    Lampirkan manula dari netstat
root@lab3-laptop22:/home/lab3# netstat

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     7179     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     7178    

unix  2      [ ]         DGRAM                    7177    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     7135     @/tmp/gdm-session-kJvlYvqN

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     7134    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     7131     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     7130    

unix  2      [ ]         DGRAM                    7129    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     6601     @/tmp/.X11-unix/X0

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     6600    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     6587     @/tmp/.X11-unix/X0

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     6586    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     6484     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     6483    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     6411     @/tmp/.X11-unix/X0

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     6410    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     5805     /var/run/acpid.socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     5804    

unix  2      [ ]         DGRAM                    4921    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     4910     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     4909    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     4868     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     4867    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     4842     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     4841    

unix  2      [ ]         DGRAM                    4830    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     4827     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     4826    

unix  2      [ ]         DGRAM                    4633    

unix  2      [ ]         DGRAM                    4620    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     4354     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     4353    

unix  2      [ ]         DGRAM                    4351    

unix  2      [ ]         DGRAM                    3215    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3210     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3209    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3202     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3201    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3195     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3194    

unix  2      [ ]         DGRAM                    3191    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3184     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3183    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3178    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3177    

unix  2      [ ]         DGRAM                    3174    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3134     /var/run/dbus/system_bus_socket

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3133    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3132    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     3131    

unix  3      [ ]         DGRAM                    2960    

unix  3      [ ]         DGRAM                    2959    

unix  3      [ ]         STREAM     CONNECTED     2909     @/com/ubuntu/upstart